Belajarlah Setia Dari Mereka Yang Mengkhianatimu. Belajarlah Kuat Dari Mereka Yang Berusaha Menjatuhkanmu

Hidup ini penuh dengan pelajaran dan hikmah. Kepada siapapun yang kita temui dan apapun yang kita kerjakan semuanya mengandung makna yang bisa dijadikan pengalaman hidup. Namun terkadang pelajaran dari orang orang yang menyakiti, sedang menyakiti ataupun telah menyakiti jauh dapat kita rasakan daripada orang orang yang membahagiakan. Seakan rasa sakit itulah yang mampu membuat kita lebih kuat, lebih berusaha untuk bangkit kembali dan lebih bersabar dalam menjalani hidup. Juga lebih bisa menghargai sesuatu.


Lewat Pengkhianatan Kita Baru Belajar Dan Percaya Bahwa Setia Itu Memang Mahal

Awalnya saat kita masih begitu polos dalam memulai hubungan dengan seseorang. Kita belum tahu atau mengerti bahwa dalam menjalin hubungan, relasi dengan siapapun kesetiaan dan keroyalitasan adalah suatu yang penting. Bahkan mungkin saja masih menganggapnya remeh belaka. Namun setelah kita tahu rasanya dikhianati. Rasanya ketika kepercayaan yang kita berikan ternyata disalah gunakan. Barulah kita mengerti bahwa setia itu begitu mahal dan hanya orang hebat dan tulus yang dapat memilikinya.

Kita Diberikan Rasa Sepi Dan Sendirian Agar Kita Lebih Menghargai Kebersamaan.

Pernah tidak kita merasa suatu kesepian, rasa sendirian dan seakan ada yang hilang dalam hidup. Padahal sebelumnya seakan hidup kita malah terganggu oleh orang lain. Namun semenjak dia lelah dan akhirnya pergi, kehilangannya malah membuat kita merindukannya. Merindukan ocehannya, merindukan perjuangan dan perhatianyya dan juga merindukan sikap konyolnya yang sering menggelitik. Saat dia ada, kita sering merasa ilfil, terganggu bahkan berharap dia pergi. Namun saat dia benar benar pergi, kita merindukan dia kembali di sisi.

Kita Belajar Sabar Dan Ikhlas Dari Orang Orang Yang Membenci Kita Tanpa Alasan, Yang Tak Berhenti Nyinyirin Hidup Kita Dan Juga Berusaha Membuat Kita Jatuh

Pernah terpikirkan, apa ya salahku? Kenapa ada orang yang sebegitunya membenciku. Kenapa, hanya karena aku punya rasa yang sama, lalu dia begitu membenciku. Bahkan ada pula yang turut membenci padahal aku tak mengenalnya. Dan sering kali aku tahu bagaimana pedasnya kata kata mereka menjelekkanku baik secara terang terangan dan sembunyi.

Well. Dalam hidup kita memang seperti pohon. Pasti ada saja angin yang berusaha menjatuhkan. Tinggal bagaimana kita menguatkan diri untuk tetap bertahan, bukan malah roboh dan akhirnya ikut jatuh dalam kebencian. Mungkin saja kita dapat sedikit menenangkan diri dengan berpikir. Yah, mungkin karena kita lebih baik, lebih bahagia dan lebih segalanya, ada saja orang yang tak suka dan berusaha mencari cari kesalahan. Atau kita mungkin baik sengaja atau tak sengaja melukai hati seseorang, sehingga kita dituntut pula untuk selalu intropeksi diri. Namun apapun alasannya, percayalah tanpa mereka yang membenci. Kita tak akan pernah kuat.

Mungkin Sedikit Ironis, Tapi Faktanya Rasa Sakitlah Yang Lebih Banyak Membuat Diri Kita Menjadi Lebih Baik

Tuhan begitu sayang kepada kita, sehingga kita ditimpakan dengan banyak masalah, kita dipertemukan dengan orang orang brengsek, kita mendapatkan perlakuan yang buruk dari orang lain, karena memang kita butuh semua itu. Cobalah, misal saat kamu dalam keadaan sehat dan bahagia, seringnya membuat kita lupa diri bahkan lupa Tuhan. Namun saat kita sakit, terluka, kita lebih banyak kembali padaNya, lebih banyak berdoa, bahkan menjadikan rasa sakit itu sebagai kekuatan untuk bangkit.

Mungkin memang ironis. Tapi justru dan memang kita butuh rasa sakit agar bisa bangkit, butuh pengkhianatan untuk setia. Dan butuh kesepian untuk menghargai arti kebersamaan.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Karena Menjadi Laki Laki Baik Kurang Diminati, Jadilah Sedikit Jahat dan Cuek Pada Wanita Yang Kamu Sayang

Jadikan Setiap Kekecewaan Dan Perpisahan Sebagai Hikmah, Karena Tidak Pernah Jadi Sia Sia Saat Allah Yang Mempertemukan

Pilihlah Laki Laki Yang Membuatmu Jatuh Cinta Setiap Hari, Meskipun Kebahagiaan Darinya Begitu Sederhana